Kamis, 16 April 2015

Penyajian Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik dari 50 data pengendara sepeda mobil sampai mencapai kecepatan maximalnya.

Riki Taufik H (1306117)
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : 1306117@sttgarut.ac.id

Abstraksi
jurnal ini membahas bagaimana 50 orang pengendara sepeda motor mampu memacu kendaraan motornya sehingga mendapatkan kecepatan maximal. Setelah didapatkan 50 data, lalu disajikan dalam Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik yang dimana disitu menghitung nilai Mean (rata-rata), median, modus, dan ukuran letak dari kuartil, desil dan persentil.

Kata Kunci – Frekuensi, Grafik, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil

I.                   PENDAHULUAN
Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas. Yang dimana dalam menghitung Tabel Frekuensi menggunakan bagian dari Kelas/Class, Batas kelas, Panjang kelas, Frekuensi, Nilai tengah.
Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu
Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.
Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.
Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.
Nilai tengah                
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

Ukuran Pemusatan Data
Ukuran Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah – tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar kecilnya nilai data.

II.                URAIAN PENELITIAN

A. Tahap Telaah
Daftar dari Pengukuran 50 orang
pengendara
kecepatan MAX
1
80
2
70
3
90
4
100
5
120
6
140
7
130
8
120
9
160
10
140
11
170
12
100
13
80
14
90
15
80
16
70
17
60
18
60
19
40
20
40
21
60
22
110
23
100
24
140
25
180
26
170
27
140
28
150
29
150
30
170
31
100
32
80
33
90
34
80
35
70
36
60
37
60
38
90
39
100
40
120
41
140
42
130
43
170
44
100
45
80
46
90
47
80
48
70
49
60
50
50

Penyajian Distribusi Frekuensi :
1.         Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 180-40
            R = 140
2.         Menentukan banyaknya kelas (K).
K = 2k > n  ,  n : banyaknya data.
K = 26 > 50  ,  64 > 50.
K = 6
3.         Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 140/6
i = 23.33
4.         Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.

T.Bawah
T.Atas
Turus
Frekwensi
Relatif
40
63.3
IX
9
18%
63.4
86.7
XI
11
22%
86.8
110.1
XII
12
24%
110.2
133.5
V
5
10%
133.6
156.9
VII
7
14%
157
180.3
VI
6
12%
Total
50
100%

Histogram Frekuensi
Batas
Bawah
Batas
Atas
Frekwensi
40.5
63.45
9
63.45
86.85
11
86.85
110.25
12
110.25
133.65
5
133.65
157.5
7
157.5
180.45
6


Poligon Frekuensi
Tepi
Bawah
Tepi
Atas
Nilai
Tengah
Frekwensi


23.3
0
40
63.3
43.3
9
63.4
86.7
55
11
86.8
110.1
66.7
12
110.2
133.5
78.4
5
133.6
156.9
90.1
7
157
180.3
101.8
6


180.3
0


Tabel Distribusi Kumulatif
Kurang
Dari
Frekwensi
Lebih Dari
Frekwensi
<39.9
0
>39.9
50
<63.3
9
>63.3
41
<86.7
20
>86.7
30
<110.1
32
>110.1
18
<133.5
37
>133.4
13
<156.9
44
>156.9
6
<180.2
50
<180.2
0
Penyajian Data Numerik :
            Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.
Batas Atas
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif
16
33
3
3
33
50
0
3
50
67
4
7
67
84
2
9
84
101
14
23
101
118
14
37
118
135
12
49
135
167
1
50

MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 5120/50
Mean = 102.6

MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :

Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median

Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       50 / 2 = 25
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘25’ terletak pada baris ke-6, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 6, yaitu : 86.85

Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif
40.5
63.45
9
9
63.45
86.85
11
20
86.85
110.25
12
32
110.25
133.65
5
37
133.65
157.5
7
44
157.5
180.45
6
50

i    : 22.95
n   : 50
F   : 20
f   : 12

Med = L + i (n/2 – F)
                          F
Med = 86.85 + 22.95 (50/2 – 20)
                                 12
Med = 96.4125

MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :

Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

d1   : 12-11=1
d2   : 12-5=7

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 86.85 +22.95 (   1   )
                                    1+7
Mod = 89.71875

KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :

Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Jadi :
n   : 50
i    : 22.95
L  : 86.85
F   : 20
f   : 12
k   : 1, 2, 3

k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 86.85 + 22.95 (1.50/4-20)
                                                   12
              Q1 = 72.50625

k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q2 = 86.85 + 22.95 (2.50/4-20)
                                                   12
              Q2 =96.4125

k = 3  >  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                      f
              Q3 = 86.85 + 22.95 (3.50/4-20)
                                            12
              Q3 = 120.3188

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan bila harus menghitung sampai 10 akan cukup banyak, jadi disini saya hanya menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D1 = 86.85 + 22.95 (1.50/10-20)
                                                    12
              D1 = 58.1625

k = 2  >  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                      f
              D2 = 86.85 + 22.95 (2.50/10-20)
                                                    12
              D2 = 67.725

k = 3  >  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                       f
              D3 = 86.85 + 22.95 (3.50/10-20)
                                                    12                        
              D3 = 77.2875



PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P1 =86.85 + 22.95 (1.50/100-20)
                                                 12
              P1 = 49.55625

k = 2  >  P2 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P2 =86.85 + 22.95 (2.50/100-20)
                                                 12
              P2 = 50.5125

k = 3  >  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                      f
              P3 =86.85 + 22.95 (3.50/100-20)
                                                 12
              P3 = 51.46875






III.             KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dengan data yang di peroleh dari 50 pengendara  dengan mencapai kecepatan maximalnya, penulis dapat menemukan hasil dari Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, Tabel Distribusi Kumulatif yang nantinya menghasilkan grafik ogif (positif dan negatif). Di samping itu, dapat menemukan hasil dari :

mean (rata-rata)           : 102.6
median                        : 96.4125
modus                                     : 89.71875
Kuartil1                        : 72.50625
Kuartil2                        : 96.4125
Kuartil3                        : 120.3188
Desil1                           : 58.1625
Desil2                           : 67.725
Desil3                           : 77.2875
Persentil1                     : 49.55625
Persentil2                     : 50.5125
Persentil3                     : 51.46875


DAFTAR PUSTAKA
Sarah, Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar